Kamis, 09 April 2015

Kumpulan Nasihat Sehari-hari Penyejuk Hati, Abdul Wahid - One Day One Page

Page 3

Nasihatilah dirimu terlebih dahulu barulah kemudian menasihati orang lain. Engkau harus lebih memperhatikan nasib dirimu. Janganlah engkau menoleh kepada orang lain sedangkan dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus diperbaiki. –(Abdul Qadir al-Jailani)-

Karena bisa jadi itu penyakit hati,
Carilah hatimu di tiga tempat. Temui hatimu sewaktu bangun membaca al-Qur’an. Tetapi, jika tidak kau temui, carilah hatimu ketika mengerjakan shalat. Jika tidak kau temui juga, carilah hatimu ketika duduk tafakkur mengingat mati. Jika kau tidak temui juga, maka berdoalah kepada Allah, mintalah hati yang baru. Karena, pada hakikatnya saat itu kau sudah tidak mempunyai hati. –(Imam al-Ghazali)-

Mintalah kepada Allah, melalui perantaranya,
Barang siapa mendengar dengan telinga, maka ia akan menjadi tukang cerita. Barang siapa memperhatikan dengan hatinya, maka ia akan mendapatkan banyak ilmu (manfaat). Dan, barang siapa memberi nasihat dengan perbuatannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang memberi petunjuk. –(Imam Syafi’i)-

Jika jelas sudah tampak dosa itu, maka
Menangisi dosa-dosa itu akan menghapuskan dosa-dosa, sebagaimana angin mengeringkan daun yang basah. –(Imam Malik)-

Lalu,
Beribadahlah sebagaimana yang dilakukan oleh orang banyak. Sebab, jika engkau tidak mengikutinya dalam beribadah, mereka akan mencela dan berkata, “Ilmu engkau tidak berfaedah.” –(Imam Abu Hanifah)-

Karena,
Dunia ini adalah tempat beramal, sementara akhirat tempat menerima balasan. Siapa yang tidak beramal di sini akan menyesal di sana. –(Imam Hambali)-

Namun, ingat…
Segala sesuatu yang didasari dengan niat bukan karena Allah, pasti tidak ada manfaat dan sulit untuk langgeng. –(Ibnu Taimiyah)-

Dan,
Tidaklah terdapat suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan hina, yang lebih menyerupai perbuatan mulia melainkan suka terhadap pujian manusia. –(Ibnu Hazm)-

Barang siapa telah mengenal al-Haq (Allah), maka ia tidak lagi memerlukan makhluk. –(Ibnu Arabi)-

Karena Allah adalah cinta yagn hakiki. Berbicara tentang cinta,
Cinta itu menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong penampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, senang terhadap semerbak wangi, memperhatikan pergaulan baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Namun, cinta juga ujian bagi orang-orang yang shalih dan cobaan bagi ahli ibadah. –(Ibnul Qayyim al-Jauziyah)-

Untuk selalu mengingat Cintaku,
Shalatlah kalian semua! Karena, shalat memperbarui ingatan seseorang kepada Allah dalam pikiran sebanyak lima kali dalam sehari semalam. –(Abul A’la al-Maududi)-

Janganlah engaku lewati kehidupan di dunia ini tanpa memberi manfaat. –(Hasan al-Banna)-

Terakhir,
Seorang dai yang pintar dan cerdik mampu menukil puisi yang indah, yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ia berada. –(Yusuf al-Qardhawi)-

Abdul Wahid merangkum nasihat 13 Tokoh Agung Muslim Terkemuka Dunia dalam 211 halaman. Terbit di akhir 2014 lalu tentu patut dibaca jutaan Muslim dan Muslimah. Penulis angat berhati-hati dalam menukil nasihat para Tokoh Muslim Terkemuka Dunia, terbukti dari begitu banyak referensi yang dicantumkan beliau. Semoga bermanfaat. Akhirul kalam,

Yang jauh itu waktu, yang dekat itu mati, yang besar itu nafsu, yang berat itu amanah, yang mudah itu berbuat dosa, yang panjang itu amal shalih, yang indah itu saling memaafkan.

#OneDayOnePage




3 komentar: