Minggu, 01 Mei 2016

Celengan Bulan Kebalik

Berawal dari baca artikel 8share yang tajuknya keuangan. Aku jadi terinspirasi untuk menabung secara tradisional alias pakai celengan, walaupun aku sendiri juga punya tabungan modern, alias di bank.

Entah kenapa rasanya liat uang di celengan yang bisa kita pantau setiap hari perkembangannya itu lebih real aja. Ketimbang uang di bank yang nilainya gak seberapa (tabungan aku aja kok, kalian pasti jauh lebih banyak) dibandingkan dengan malasnya pergi ke bank atau atm sekedar setor tunai dll.

Jadi ceritanya setelah baca artikel itu, aku terinspirasi melakukannya. Aku namai dengan Celengan Bulan Kebalik. Yang mau tau bisa baca disini atau kalau kalian lebih suka aku yang ceritain, terus baca aja sampai ke bawah.

Celengan Bulan Kebalik

Menggunakan botol bening
dengan tujuan bisa ngeliatin
isinya :P
Aku dan Farah (teman kuliah) punya banyak planning untuk ke depan, yang mau inilah,,,yang mau itulah,,,jadi kami pikir dengan menabung ala Celengan Bulan Kebalik insya Allah bisa memudahkan jalan kami untuk banyak hal itu. Dan pastinya untuk siapa pun yang baca tips menabung ini, asal kita sama-sama punya niat yang kuat menabung.

Bagaimana sih Celengan Bulan Kebalik itu?


Dikasih nama biar gan ketukar
Ini botol yang aku gunakan untuk menyimpan uang. Kalian bisa tukar dengan penyimpan bentuk lain yang kalian suka. Farah lebih milih simpan uang di plastik bening. Dan aku lebih memilih botol, karena enak aja gitu ngegenggamnya #eh.

Kalian akan mulai menabung pada awal bulan. Dimana saldo kalian masih lancar-lancar saja heheheh. Contoh, bulan Mei. Mei mempunyai 31 hari. Jadi untuk bulan Mei kalian menabung selama 31 hari. Tapi gak sembarangan masukin uang ke celengan. Kalian masukin uang sesuai tanggal hari itu, jika tanggal 1 kalian bisa menabung Rp 1000, pada tanggal 2 kalian menabung Rp 2000 dan seterusnya. Tapi karena ini namanya Celengan Bulan Kebalik, maka nominalnya kebalikan dari tanggal. Pada tanggal 1 kalian menabung Rp 31000, tanggal 2 nya kalian menabung Rp 30000, tanggal 3 nya Rp 29000 dan seterusnya sampai tanggal 31, ya nabung Rp 1000 aja.

Jangan lupa buat nama bulannya
biar hapal nama2 bulan :P
Kwkkk, kenapa kebalik sih? Iya emang sengaja gitu. Ini disesuaikan dengan kantong kita yang semakin tanggal tua semakin menipis. Oleh karenanya aku sama Farah sepakat untuk membalik nominal sesuai dengan kondisi perkantongan orang-orang pada umumnya.

Jadi kalau dijumlahkan untuk bulan yang punya 31 hari itu, maka sebulannya akan menghasilkan uang Rp 496000, kalau kalian konsisten.  Lumayanlah, sebulan bisa nabung setengah juta. Cuma dari hasil sisa-sisa jajan.

Tapi, kalau pake botol bukannya bisa dibuka ya? Diambil uangnya eh belum akhir bulan udah habis tuh uang?

Bagi yang takut kejadian ‘ngebobol celengan sendiri’ terjadi, kalian harus punya teman yang bisa menghentikan niat buruk itu. Caranya, bagi kami (aku dan Farah), tidak menyimpan botol atau plastik masing-masing. Botol aku akan disimpan Farah, dan sebaliknya plastik Farah akan aku yang pegang. Karena kalau pegang atau bawa barang orang kita akan lebih aware dan gak sembarang pake. Kecuali kalian emnag brutal abis sih. Tapi kurang lebih ini bisa dicontoh. Jadi kalian cari kawan yang bisa ikut nabung juga. Positifnya kalian ikut menebarkan virus kebaikan kan? Dengan cara ngajak orang lain Menabung untuk masa depan, untuk biaya melamar anak orang #eh.

Mumpung masih awal bulan, kalian bisa coba. Aku sendiri sebenarnya baru coba bulan ini. Baru berjalan dua hari. Kalau kalian mau coba juga, jangan lupa komen disini, entar akhir bulan Mei, kita kirim foto botol-botol kita yang sudah terisi Rp 496000, untuk aku review lagi di blog. Terus kita semacam menggalakkan lagi menabugn dengan cara tradisional. Keren gak tuh?




Ditunggu ya komennya. Sampai jumpa bulan depan J Salam Bulan Kebalik !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar