Minggu, 05 Januari 2014

Dedemit Dijadiin Cerita Gokil

Hari ini aku gak mau begitu aja menyiakan waktu luang tanpa membaca buku. Walau agak ringan hari ini model bacaanku, yang penting happy sih.
Setelah sebelumnya aku disibukkan dengan beberapa buku serius, malam ini aku selesai baca buku yangentertaining banget menurut aku. Bisa dibilang ini cerita gokil seperti tulsian-tulisan Lana Molen yang mejeng di catatan facebook.

Judulnya Vampire Redemption. Buku ini dibeli kakakku yang doyan cerita gokil dari masa puber pertamanya sampai sekarang lagi mengandung seorang bayi pun masih doyan. Tapi karena belakangan buku-buku berbau edukasi memenuhi antrian aku rehat sejenak deh untuk membacanya.

Jadi buku ini punya cerita gokil abis. Benar-benar non fiksi. Aku langsung teringat sama catatan facebook yang pernah kubuat berjudul Ditolong Lumba-Lumba. Ayaleka Genoviera mengambil tokoh para dedemit sebagai pemeran di dalam Novel Hantu Mabok nya ini. Yah, sekedar memenuhi pangsa pasar pembaca yang dominan dihantui makhluk-makhluk gaib.

Sempat buku tentang pocong gokil menghiasi pasar bacaan di toko-toko buku. Tidak hanya itu Indonesia memang sedang booming karakter dedemit seperti suster ngesot, kuntianak, vampir, pocong dan yang paling sukses kelihatannya memang pocong, sampai-sampai di stand up comedy pocong sering jadi bahan ketawaan anak alay.

Awal mulanya aku anti banget bacaan gokil, tetapi pengaruh lingkungan sepertinya mengharuskan aku refresh dengan ini semua. Mulai dari kakakku sampai mamaku kadang juga demen sama bacaan beginian. Kemudian ketika bergabung di organisasi pun aku mulai beradaptasi dengan orang-orang gokil yang kreatif abis. Sampai-sampai aku tergabung sebagai Editornya tulisan gokil Kolak Dingin oleh Koki Lima. Jadi aku pribadi cukup berterima kasih atas prestasi yang kuraih saat ini.  

Setelah itu aku jadi kenal Raditya Dika dan kerap ngintip stand up comedy di youtube untuk menambah kosagaya open mic. Pernah aku coba-coba memperkanalkan diri pake gaya begituan waktu ospek di kampus. Gila gak tuh.

Hahaha tapi sekali lagi itu semua hanya oasis di gurun pasir. Ketika aku kehausan, ada minuman segar yang bisa bikin fresh lagi. Kurang lebih begitulah analoginya.

Menurut aku pribadi, biasanya yang gemar menulis cerita gokil beginian kaum adam, tapi gak serta merta menghilangkan nama-nama perempuan yang pernah kutemui di sampul buku cerita gokil. Perempuan pertama ada Dedew, si penulis anak kos dodol. Dan mungkin pernah ada nama lain tapi aku lupa, dan yang saat ini Ayaleka bertahta di imanjinasiku *apaan sih. Kan jarang juga Comedian cewek. Pernah sesekali perempuan bule itu open mic *aku lupa namanya.

Baik lagi ke Vampire Redemption. Jika diartikan dengan kamus artinya adalah Pembebasan Vampir. Jadi ceritanya Raja Vampir Van Piere suka memperbudak para tumbal pesugihan di istinanya dan menipu para hantu dengan kelicikannya. Lalu raja vampir melakukan penyerangan ke sebuah desa karena ditipu oleh pelaku pesugihan. Saat penyerangan gokilnya, semua manusia di desa itu untuk bisa menyerang balik si raja vampir, mereka pun dirubah menjadi vampir, dengan cara menggigit semua warga.

Namun sebenarnya jika kupantau lebih cermat, setelah penyerangan itu yang paling bersalah ada Panut dan Giran, bapaknya Panut. Karena mereka sebelumnya melakukan pesugihan untuk menjadi kaya serta menjadikan warga kampung yang pernah berbuat jahat sebagai tumbal. Namun semuanya malah ikut-ikutan membantu Panut sekeluarga dari serangan Van Piere. Sudah dikorbankan jadi tumbal eh mau mengorbankan diri untuk memebantu si pembuat pesugihan. Hahaha, lucu. Sekeluarga bahkan satu kampung jadi vampir semua deh.

Yah, tapi mau diprotes kayak gimana pun tetap aja novel ini berlabel Novel Hantu Mabok jadi agak wajar kalau ceritanya banyak yang ngawur.

Dalam novel ini Ayaleka tidak sedikit melibatkan dedemit, mulai dari Nyi Blorong, Vampir tapi disini lebih bisa dibilang Drakula, Tuyul, Sundel Bolong, Suster Ngesot dan beberapa dedemit figuran diantaranya Pocong dan Genderuwo. Alur ceritanya pun sebenarnya ringan, namun gelik tawa dari permainan kata Ayaleka yang ngelantur buat kita gak terlalu merasakan kemistisan saat membaca buku ini. Malah jika aku cermati ini buku buat kita gak takut sama dedemit-dedemit.

Persoalan terbesar disini adalah maraknya pesugihan yang dilakukan orang-orang awam iman untuk menjadi kaya. Padahal tau sendiri kalau cara ini sebenarya buat kita kaya harta tapi miskin mental. Ditagih tumbal dan kita harus mengorbankan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan kita sebelumnya. Ya walau begitu Ayaleka memang membuat cerita ini benar-benar ringan, walau pesugihan bukan sembarang praktik yang ringan nyatanya.

Kalau kawan-kawan sering nonton Mister Tukul Jalan-Jalan pasti akan menonton kisah-kisah rumah peninggalan dukun dan rata-rata berakhir mistis. Ada yang melahirkan anak hanya untuk sebagai tumbal dan keluarga-keluarga mereka dijadikan tumbal. Yang paling miris dengan kisah ini. Seorang suami istri yang ingin kaya, lalu melakukan pesugihan dan yang menjadi tumbal adalah anak mereka sendiri. Setiap berhubungan dan melahirkan anak tidak berapa lama anak itu lahir sudah menjadi tumbal, begitu seterusnya dari anak pertama hingga anak ketujuh. Lalu karena tak bisa membayar tumbal lagi maka keduanya mati dan rumah itu kosong sampai sekarang. Menjadi tempat yang mengerikan di pandang warga setempat. Kejam sekali bukan.

Nah, di akhir cerita Vampire Redmption ini pun Ayaleka mencerminkan praktik pesugihan berakhir tak seindah dibayangkan, semua warga menjadi vampir dan desa ini tak lagi ada kehidupan dan dijauhi warga dari desa lainnya.

Yah, dengan penulisan yang ringan, Ayaleka sukses di satu sisi memberikan hiburan, dan satu sisi menunjukkan bahwa praktik mistis seperti ini tak akan pernah berakhir baik.

Awal tahun baca tulisan beginian cukup memberi inspirasi dan pelajaran. Buku ini terbilang baru karena terbit di Oktober 2013, 154 halaman cukup membuat anda tergelak tawa dua sampai tiga hari menghabiskannya. Selamat membaca!








Tidak ada komentar:

Posting Komentar